Just another free Blogger theme

Tampilkan postingan dengan label Kamera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kamera. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 November 2012



Canon selalu menempatkan kualitas gaya, kekompakan dan kualitas gambar sebagai standar utama dari IXUS, begitu juga dengan kamera IXUS 80 IS ini. Diumumkan pada bulan Januari, kamera ini tersedia dalam empat warna, Classic Silver, Caramel, Candy Pink, dan Chocolate. Hal ini mencerminkan keinginan Canon untuk fashion dan wanita, sebuah langkah yang bertepatan dengan kampanye pemasaran Canon terbaru dan hadir di acara-acara seperti London Fashion Week. Untuk melengkapi stylish terlihat body kamera ini memiliki casing luar aluminium, memberikan nuansa berkualitas dan kokoh.

Beberapa fitur yang tersedia pada Kamera IXUS 80 IS ini antara lain adalah:
  • Aluminium body in 4 colour variations*
  • 8.0 Megapixels
  • 3x (38-114mm equiv.) zoom
  • ISO 1600
  • Optical Image Stabilization
  • Canon’s DIGIC III image processor, iSAPS, 9-point AiAF
  • Motion Detection Technology
  • Face Detection (including white balance)
  • Red-Eye Correction
  • Wide viewing angle 2.5″ LCD screen (230,000 pixels)
  • Canon’s new motion detection technology (to avoid image blur)
  • AF point zoom
  • 30fps VGA movies with time lapse mode
  • 18 Shooting Modes


Mode pengambilan gambar yang tersedia antara lain:
  • Auto
  • Manual
  • Digital Macro
  • Portrait
  • Night Snapshot, mampu menghasilkan gambar yang relatif terang di kegelapan malam.
  • Color Accent, “menangkap” sebuah warna saja dan membiarkan yang lain menjadi black and white.
  • Color Swap, mengganti sebuah warna dengan warna lain.
 

* Beberapa warna mungkin hanya ada negara tertentu saja.

Minggu, 24 Juli 2011


Untuk sebagian penghobi fotografi, motret objek yang kecil-kecil (Makro) merupakan suatu tantangan tersendiri, apalagi foto yang dihasilkan cukup memuaskan. Namun untuk memotret objek yang sangat kecil memerlukan alat/lensa khusus (Lensa Makro), yang harganya pun juga cukup mahal bagi penghobi seperti saya. Namun teman-teman tidak perlu kawatir, karena ada beberapa trik untuk penghobi fotografi yang punya modal paspasan ato "mekso" seperti saya (kata teman saya).
Ada yang namanya tehnik Reverse Lens, yaitu dengan memasang lensa terbalik. Pembesaran yang dihasilkan sangat luar biasa, untuk jarak antara objek dengan lensa bisa diatur dengan Focal Lenght, semakin panjang Focal Lenght yang kita gunakan semakin jauh pula jarak objek dengan lensa kita, kalau ingin mendapatkan croping yang sangat ekstrim ya taruh aja Focal Lenght di angka 18mm, DOF yang dihasilkan pun sangat tipis, jadi agak susah dalam penggunaannya, dibawah ini saya sertakan foto-foto urutan dalam memotret makro dengan menggunakan lensa yang dipasang terbalik:

1. Tentukan Focal Lenght yang akan digunakan.

2. Temukan tuas diafragma untuk mengatur DOF (Nikon).

3. Tekan tuas diafragma.

4. Tempelkan Lensa pada Body Kamera dengan posisi terbalik.

5. Siap bertempur deh.....



*NB: Trik untuk Reverse Lens yang tanpa biaya ini, setiap kamera mempunyai trik yang berbeda, yang saya paparkan ini adalah khusus untuk yang menggunakan Kamera Nikon, mungkin yang tahu trik Reverse Lens yang menggunakan Kamera selain Nikon bisa menyusul nanti.
Selamat Mencoba....!!! 



ini salah satu hasilnya....
no crop, sayangnya lupa, ini pakai Focal Lenght berapa

*NB Lagi: Maaf kalo tulisannya agak susah dimengerti, maklum gak biasa nulis, jadi ya pake bahasa warung kopi aja....... hehehehehe....................

Semoga tetap bermanfaat....





*Publikasi ulang tulisan dan foto didalam blog ini,  diperbolehkan dengan syarat mencantumkan link hidup yang jelas dan bisa di klik oleh pembaca ke tulisan dan foto yang menjadi sumber (bukan ke arah homepage), dan tidak untuk kepentingan komersial.

Rabu, 27 Oktober 2010


Di era digital yang sangat canggih sekarang ini sangat memungkinkan setiap orang untuk dapat menghasilkan gambar yang baik, bahkan sangat baik, hanya dengan menggunakan beberapa settingan otomatis dari kamera. Namun terdapat beberapa settingan manual pada kamera yang bisa dipergunakan oleh fotografer profesional untuk menentukan settingan yang dikehendaki.
Kamera SLR (single-lens reflex) atau Kamera refleks lensa-tunggal‎ adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.
Istilah eksposur atau pencahayaan digunakan untuk menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera. Pengaturan cahaya yang masuk ke dalam kamera dapat dilakukan dengan mengontrol bukaan diafragma dan kecepatan rana/shutter. Besar kecilnya bukaan diafragma menetukan jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera, sedangkan rana/shutter menetukan lama waktu yang dibutuhkan.