Just another free Blogger theme

Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

Saat ini Dunia Digital berkembang begitu cepat, mungkin hampir setiap hari muncul alat-alat digital baru, contohnya saja dalam bidang fotografi. Saat ini kamera sudah seperti barang wajib yang harus dipunyai setiap orang, meskipun hanya kamera Digital Pocket.
Bahkan kamera DSLR pun, yang dahulu terkesan hanya Fotografer Profesional yang mempunyai, namun sekarang sudah mulai banyak masyarakat umum yang memegang kamera DSLR (meskipun "mungkin", arti DSLR itu sendiri tidak tahu) seperti saya, hehehehe..........
Meskipun kamera DSLR lebih canggih dari pada kamera Digital Pocket, namun hasilnya belum tentu lebih bagus kalau si pemegang kamera DSLR tersebut tidak memahami dasar-dasar fotografi. Salah satunya tentang komposisi, kalaupun kamera yang kita pegang adalah kamera DSLR yang sangat canggih, namun kita tidak memahami tentang komposisi foto, mungkin hasilnya sebanding dengan yang hanya menggunakan Kamera Pocket.
Salah satu komposisi dasar yang menurut saya sangat berguna adalah Rule of Thirds.

Contoh garis bantu untuk mengatur ulang komposisi Foto.
Titik titik pertemuan antara garis horisontal dengan garis vertikal.
Apabila kita kurang memperhatikan komposisi foto ketika memotret, foto kita akan terkesan hambar, terkesan statis / simetris. Tapi juga perlu diketahui juga, bahwa tidak selamanya foto yang statis / simetris itu foto yang salah / jelek, karena Seni adalah rasa, tidak memiliki patokan tertentu.
Rule of Thirds adalah komposisi yang cukup sederhana namun mampu menghasilkan foto yang cukup menarik. Pada prakteknya, Rule of Thirds adalah membagi bidang gambar menjadi 3 bagian, yang menghasilkan titik-titik pada pertemuan garis vertikal dan horisontal. Kita dapat menempatkan objek foto pada titik-titik tersebut. Rule of Thirds sebenarnya untuk menghindari komposisi simetris yang terkesan membosankan.

Contoh pengaplikasian Rule of Thirds pada sebuah foto.

Contoh Komposisi yang statis pada sebuah foto.







Silahkan diperhatikan dan direnungkan, menurut anda contoh foto diatas lebih menarik komposisi yang mana...
Selamat berkreasi...!!!

Minggu, 24 Juli 2011


Untuk sebagian penghobi fotografi, motret objek yang kecil-kecil (Makro) merupakan suatu tantangan tersendiri, apalagi foto yang dihasilkan cukup memuaskan. Namun untuk memotret objek yang sangat kecil memerlukan alat/lensa khusus (Lensa Makro), yang harganya pun juga cukup mahal bagi penghobi seperti saya. Namun teman-teman tidak perlu kawatir, karena ada beberapa trik untuk penghobi fotografi yang punya modal paspasan ato "mekso" seperti saya (kata teman saya).
Ada yang namanya tehnik Reverse Lens, yaitu dengan memasang lensa terbalik. Pembesaran yang dihasilkan sangat luar biasa, untuk jarak antara objek dengan lensa bisa diatur dengan Focal Lenght, semakin panjang Focal Lenght yang kita gunakan semakin jauh pula jarak objek dengan lensa kita, kalau ingin mendapatkan croping yang sangat ekstrim ya taruh aja Focal Lenght di angka 18mm, DOF yang dihasilkan pun sangat tipis, jadi agak susah dalam penggunaannya, dibawah ini saya sertakan foto-foto urutan dalam memotret makro dengan menggunakan lensa yang dipasang terbalik:

1. Tentukan Focal Lenght yang akan digunakan.

2. Temukan tuas diafragma untuk mengatur DOF (Nikon).

3. Tekan tuas diafragma.

4. Tempelkan Lensa pada Body Kamera dengan posisi terbalik.

5. Siap bertempur deh.....



*NB: Trik untuk Reverse Lens yang tanpa biaya ini, setiap kamera mempunyai trik yang berbeda, yang saya paparkan ini adalah khusus untuk yang menggunakan Kamera Nikon, mungkin yang tahu trik Reverse Lens yang menggunakan Kamera selain Nikon bisa menyusul nanti.
Selamat Mencoba....!!! 



ini salah satu hasilnya....
no crop, sayangnya lupa, ini pakai Focal Lenght berapa

*NB Lagi: Maaf kalo tulisannya agak susah dimengerti, maklum gak biasa nulis, jadi ya pake bahasa warung kopi aja....... hehehehehe....................

Semoga tetap bermanfaat....





*Publikasi ulang tulisan dan foto didalam blog ini,  diperbolehkan dengan syarat mencantumkan link hidup yang jelas dan bisa di klik oleh pembaca ke tulisan dan foto yang menjadi sumber (bukan ke arah homepage), dan tidak untuk kepentingan komersial.

Rabu, 16 Februari 2011

Gak nyangka, pas saya hunting foto Landscape di Watu Dodol bersama mbak Ratih Kusumadewi dan Lauraa Dehans beserta kekasihnya, teman-teman BP juga pas mau hunting bareng yang lokasinya di Stasiun Banyuwangi Baru, karena lokasinya searah dengan perjalanan saya pulang akhirnya saya dan mbak Ratih Kusumadewi ikut hunting bareng teman-teman BP, sekalian KopDar alias Kopi Darat, karena memang belum ada yang pernah ketemu sebelumnya, hanya komunikasi online via Facebook dan situs jejaring sosial lainnya. Berikut beberapa foto hasil huntingnya:

Kamis, 20 Januari 2011


Sebelum diluncurkannya kamera digital, yang akhirnya bagaikan suatu trend gaya hidup anak muda jaman sekarang, dahulu fotografer masih menggunakan film hitam putih untuk menghasilkan suatu gambar. Bahkan sampai saat ini masih ada beberapa fotografer yang masih sangat menikmati dunia fotografinya dalam film hitam putih, mungkin seperti ada rasa kepuasan tersendiri yang dirasakan.

Minggu, 26 Desember 2010

Suatu hari pas lagi gak ada kerjaan, bingung mau ngapain. Iseng -iseng akhirnya motret Korek Api yang sedang saya nyalakan, seperti dibawah inilah hasilnya...

Minggu, 31 Oktober 2010

Jember Fashion Carnaval tahun ini merupakan yang ke 9 sejak awal diselenggarakan. Setiap tahun JFC selalu mengangkat tema yang berbeda-beda, pada tahun ini tema yang diusung adala "World Treasure", yang bermaksud untuk mengungkap keberadaan fenomena alam dan peradaban budaya masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. apabila diolah kembali bisa menjadi kekayaan dan sumber inspirasi yang tak ternilai.


Rabu, 27 Oktober 2010


Di era digital yang sangat canggih sekarang ini sangat memungkinkan setiap orang untuk dapat menghasilkan gambar yang baik, bahkan sangat baik, hanya dengan menggunakan beberapa settingan otomatis dari kamera. Namun terdapat beberapa settingan manual pada kamera yang bisa dipergunakan oleh fotografer profesional untuk menentukan settingan yang dikehendaki.
Kamera SLR (single-lens reflex) atau Kamera refleks lensa-tunggal‎ adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.
Istilah eksposur atau pencahayaan digunakan untuk menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera. Pengaturan cahaya yang masuk ke dalam kamera dapat dilakukan dengan mengontrol bukaan diafragma dan kecepatan rana/shutter. Besar kecilnya bukaan diafragma menetukan jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera, sedangkan rana/shutter menetukan lama waktu yang dibutuhkan.

Digital photography has opened up the world of photography to people like never before. The last time we had anything close to the current surge in photography was when Kodak introduced the Brownie way back in 1900. Unfortunately, the digital revolution hasn’t done anything to revolutionize photo storage. We have quickly gone from shoeboxes stacked with prints and negatives to computer hard drives and memory cards packed with a jumble of images. The question is, how do we straighten up these digital shoeboxes so that we can find our images?

A tightly-composed image with all elements in the right
places, including Bugs Bunny's eyes on the boy's shirt.
They seem to be warily checking out the sedated cougar.
Composition, the act of composing the image in the viewfinder, is a visual process of organizing the elements and individual details of a scene into a balanced and pleasing arrangement. Because what one person finds pleasing, someone else will not, composition is largely a matter of personal taste.
In this section, we take that into account. There is no right or wrong composition in photography. A composition that conveys a photographer's intended meaning is an effective one. A composition that doesn't or that confuses the viewer is not. 
A photograph that communicates its message - that says what you want it to say, says it clearly, and that interests its viewer - is an effecive composition.
How you arrange a scene's elements in your camera's viewfinder will not only determine the effectiveness of your picture's graphic design, but will also contribute to how well its message is conveyed. There is more to good composition, though, than the placement of elements. Lighting, shutter speed, depth of field and other considerations contribute to a picture's mood and clarity of what the picture is saying, and therefore the effectiveness of its composition. 
TREAT THE RULES OF COMPOSITION AS GUIDELINES 
Some of the so-called "rules" of composition presented here should be considered as guidelines. They are based on recreating similarities in the make-up of many different images that many people have found to be esthetically-pleasing. We do not intend that a rule of composition or a design concept be taken as a hard and fast rule that must be observed. Besides, some renowned photographs violate all the rules of composition and are still excellent pictures. This doesn't mean that the rules are without value. They are tremendously valuable. They are time-proven, and provide great guidelines for photographers at any level. We use them all the time. 
ORIGIN OF THE RULES OF COMPOSITION 
Years ago, artists who had been born with an innate sense of design created works that were perceived, by other skilled artists, as having good composition. Not only that, but their works were very popular with the general public and art afficionados. Analysis of such works showed patterns and trends in the organization and inter-relationships of lines, shapes, forms and colors that were recognized as contributing to the effectiveness of the works. It was found that others could employ these patterns as techniques in improving their own works. When they were defined, they became known as the rules of composition. 
FOLLOW THE RULES UNTIL YOU KNOW WHEN TO BREAK THEM 
We hope in this section to help everyone to compose better pictures, but especially the person who has no idea of composition - the photographer for whom taking a picture means just picking up a camera to point it and shoot it with little thought for the arrangement of the elements in a scene. Such a person would rarely be pleased with the results of his or her normal photography, and could benefit enormously from an understanding of the elements of composition. 
Anyone who has an interest in improving their pictures would do well to go through this section and use the tips and hints it contains in their photography to see if their pictures improve. 
By religiously observing the principles of composition, they will become firmly cemented in your mind. Employing them will become second nature to you. If you don’t find there is an improvement in your pictures and people aren’t commenting on how great they look, we will be greatly surprised. 
Once you have the rules of composition down pat, experiment and break a rule here or there when you feel the image will work better without it. That’s called individual style, and the creativity that stems from it produces some great images. The point is that you will know when to break a rule of composition once you know what the rules are and how they work.
Fotografi (Photography, Inggris) berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan / lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis / menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

Kamis, 21 Oktober 2010

Terabaikan


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: CPL
Kecepatan: 1/200
Diafragma: f/22.0
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 2010:10:13 16:16:34
Lokasi: Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur

Senin, 26 Juli 2010


Iseng pas beli rokok liat permen bentuknya agak unik, yaitu lambang hati (biasa kita kita menyebutnya). Tiba - tiba saja terpikir untuk memotretnya, itung - itung blajar bikin foto produk (Still Life) hehehe......
Hasilnya masih sangat biasa -biasa saja, hasil dari isengiseng aja sih.... hehehehe.......
Ini hasil foto - fotonya:
   Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/200
Diafragma: f/0
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 23:07:2010 19:18
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/200
Diafragma: f/0
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 23:07:2010 19:18
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/200
Diafragma: f/0
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 23:07:2010 19:17
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/200
Diafragma: f/0
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 23:07:2010 19:17
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/200
Diafragma: f/0
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 23:07:2010 19:16
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/200
Diafragma: f/0
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 23:07:2010 19:19
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/200
Diafragma: f/16
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 23:07:2010 19:15
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur





*Publikasi ulang tulisan dan foto didalam blog ini,  diperbolehkan dengan syarat mencantumkan link hidup yang jelas dan bisa di klik oleh pembaca ke tulisan dan foto yang menjadi sumber (bukan ke arah homepage), dan tidak untuk kepentingan komersial.

Rabu, 14 April 2010











*Publikasi ulang tulisan dan foto didalam blog ini,  diperbolehkan dengan syarat mencantumkan link hidup yang jelas dan bisa di klik oleh pembaca ke tulisan dan foto yang menjadi sumber (bukan ke arah homepage), dan tidak untuk kepentingan komersial.

Selasa, 13 April 2010


::: Laba-Laba Nakal:::

Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/125
Diafragma: f/9.0
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 05:04:2010 10:38
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur

Rabu, 04 November 2009

Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/15
Diafragma: f/22
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 29:10:2009 05:11
Lokasi: Tanjung PAPUMA, Jember, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/50
Diafragma: f/22
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 29:10:2009 05:22
Lokasi: Tanjung PAPUMA, Jember, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/250
Diafragma: f/10
ISO Speed Ratings: 125
Date Time Original: 29:10:2009 05:28
Lokasi: Tanjung PAPUMA, Jember, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/200
Diafragma: f/10
ISO Speed Ratings: 200
Date Time Original: 29:10:2009 05:29
Lokasi: Tanjung PAPUMA, Jember, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/30
Diafragma: f/25
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 29:10:2009 05:29
Lokasi: Tanjung PAPUMA, Jember, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/8
Diafragma: f/29
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 29:10:2009 05:41
Lokasi: Tanjung PAPUMA, Jember, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/320
Diafragma: f/9
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 29:10:2009 06:44
Lokasi: Tanjung PAPUMA, Jember, Jawa Timur


Kamera: Nikon d60
Lensa: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G AF-S VR
Film: Digital
Filter: UV
Kecepatan: 1/8
Diafragma: f/29
ISO Speed Ratings: 100
Date Time Original: 29:10:2009 06:51
Lokasi: Tanjung PAPUMA, Jember, Jawa Timur










*Publikasi ulang tulisan dan foto didalam blog ini,  diperbolehkan dengan syarat mencantumkan link hidup yang jelas dan bisa di klik oleh pembaca ke tulisan dan foto yang menjadi sumber (bukan ke arah homepage), dan tidak untuk kepentingan komersial.

Selasa, 01 September 2009







*Publikasi ulang tulisan dan foto didalam blog ini,  diperbolehkan dengan syarat mencantumkan link hidup yang jelas dan bisa di klik oleh pembaca ke tulisan dan foto yang menjadi sumber (bukan ke arah homepage), dan tidak untuk kepentingan komersial.

Sabtu, 06 September 2008




Kamis, 08 November 2007